IBX5980432E7F390 Asal Usul Istilah Pedagang Kaki Lima - Depok Netizen

Asal Usul Istilah Pedagang Kaki Lima

Depok Netizen | Pedagang Kaki Lima atau PKL, istilah ini pasti tidak asing lagi buat kita. Rasanya hampir di seluruh kota di Indonesia, tak terkecuali di Kota Depok pasti terdapat pedagang kaki lima. Istilah ini ditujukan kepada para pedagang atau penjual yang menjajakan dagangannya di trotoar, pinggir jalan atau di emperan toko. Oh ya para pedagang kaki lima ini dominan adalah pedagang makanan atau minuman. Lalu kapan dan dari mana istilah "pedagang kaki lima" ini muncul?
Ada beberapa versi tentang munculnya istilah pedagang kaki lima:

1. Versi Pertama

Inilah versi yang paling sering didengar orang, yaitu bahwa istilah ini berasal dari para pedagang yang menggunakan gerobak, dimana gerobak tersebut menggunakan 2 (dua) buah roda dan ditambah satu kayu penopang agar gerobak tidak bergerak saat gerobak berhenti. Disini dihitung bahwa gerobak mempunyai 3 (tiga) kaki, ditambah 2 (dua) kaki sang penjual, sehingga total ada 5 (kaki). Pedagang ini berjualannya tidak keliling, melainkan mangkal di pinggir jalan atau trotoar.

2. Versi Kedua

Indonesia saat era penjajahan Belanda, pemerintah kolonial mewajibkan semua bangunan di jalan utama Kota Batavia (sekarang Kota Jakarta) untuk membangun fasilitas umum untuk pejalan kaki (sekarang kita kenal dengan nama trotoar). Nah, trotoar ini lebarnya 5 feet / kaki (satuan ukuran panjang yang sering digunakan di Eropa) atau kalau dikonversi ke sentimeter menjadi 152 cm. Dari ukuran lebar trotoar 5 kaki dan kemudian ada pedagang yang menjajakan dagangannya di trotoar inilah kemudian muncul istilah pedagang kaki lima.

3. Versi Ketiga

Versi kedua di atas dibantah oleh William Liddle, menurutnya aturan pembuatan trotoar lebar 5 (lima) meter bukan dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda, melainkan oleh pemerintah kolonial Inggris saat dipimpin oleh Sir Stamford Rafles. Istilah kaki lima juga berasal dari bahasa Inggris "five foot".

4. Versi Ke Empat

Ini mungkin versi cocoklogi, dimana "kaki lima" merupakan singkatan dari Kanan Kiri Lintas Manusia.

Pada versi pertama, kurang dapat diyakini karena pedagang dengan menggunakan gerobak baru muncul pada tahun 1980-an. Sebelumnya pedagang menggunakan pikulan, gendongan (seperti penjual jamu), ditenteng atau disunggih (ditaruh di kepala menggunakan wadah seperti tampah).

Seiring perkembangan waktu dan jaman, kini pedagang kaki lima lebih variatif dan inovatif, ada yang menggunakan mobil, motor, booth, sepeda, bahkan menggelar lesehan, tenda dan kursi. 
Ada juga kemudian, para pedagang tersebut yang berkumpul di satu areal tertentu semacam food court.

#kakilima #depok

0 Komentar Untuk "Asal Usul Istilah Pedagang Kaki Lima"

Posting Komentar