IBX5980432E7F390 Jejak Kolonial Belanda di Depok - Depok Netizen

Jejak Kolonial Belanda di Depok

Depok Netizen | Banyak peninggalan sejarah di Kota Depok terutama berupa bangunan tua peninggalan orang orang Belanda. Seperti kita ketahui bahwa dahulu sebagian dari wilayah Depok saat ini merupakan tanah partikelir (swasta) dari seorang tuan tanah Belanda bernama Cornelis Chastelein yang kemudian diwariskan kepada para budaknya, jejak peninggalan Cornelis Chastelein paling banyak sekarang berada di Kelurahan Depok seperti di sekitar Jalan Pemuda, Jalan Siliwangi, Jalan Kartini, Jalan Dahlia, Jalan Kamboja dan sekitarnya yang dikenal sebagai "Depok Lama".

Selain peninggalan Cornelis Chastelein masih ada beberapa bangunan sejarah yang merupakan jejak kolonial Belanda di Depok.

1. Rumah Cimanggis (Landhuis Cimanggis)

Rumah ini dibangun tahun 1760 oleh Gubernur Jendral VOC Petrus Albertus Van ddr Parra untuk istrinya yang bernama Adriana Johanna Bake. Tahun 1867, rumah ini dibeli oleh seorang Letnan Cina di Jakarta bernama Lauw Tek Lok.

Sejak diplokamirkan Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Tanah dan Rumah Cimanggis menjadi milik Pemerintah Republik Indonesia yang kemudian diserahkan kepada Radio Republik Indonesia (RRI) pada tahun 1961. Bangunan bersejarah ini memang berada di areal Pemancar RRI Depok dan sempat menjadi tempat tinggal untuk karyawan RRI sebelum ditinggalkan dan menjadi terbengkalai. Walau kini rumah tersebut masuk dalam wilayah administratif Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, namun tetap bernama Rumah Cimanggis.

Tahun 2000-an kondisinya rusak parah tidak terawat. Berkat perjuangan Depok Heritage Community yang dikomandoi Ratu Farah Diba, pada tahun 2018 Rumah Cimanggis ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya dan diberi nama "Gedung Rumah Tinggi Cimanggis" oleh Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kota Depok, dan pada tahun 2020 mulai dilakukan revitalisasi bangunan bersejarah tersebut. Kini, Landhuis Cimanggis menjadi Museum Rumah Cimanggis yang terbuka untuk umum. 

2. Landhuis Pondok Cina


Dibangun tahun 1841 oleh seorang Belanda, diperkirakan landhuis ini dipergunakan sebagai kantor administratif perkebunan karet (Jalan di samping landhuis berada bernama Jalan Karet) dan juga tempat singgah para pejabat VOC. Landhuis ini kemudian dibeli oleh seorang Kapiten Cina, lalu landhuis ini menjadi tempat singgah para pedagang Cina yang dilarang menetap di Depok oleh Cornelis Chastlein penguasa Depok saat itu. Maka kawasan ini kemudian dikenal sebagai Pondok Tjina (Pondok Cina).

Sisa peninggalan masa kolonial Belanda ini sekarang bentuk bangunannya tinggal sebagian saja dan berada di area komersial Margocity, Jalan Margonda.

3. Jembatan Panus Jl. Siliwangi


Jembatan di atas Sungai Ciliwung ini dibangun pada tahun 1917 dimana dahulu merupakan jembatan penghubung antara Depok dengan Bogor. Nama jembatan "Panus" diambil dari nama mandor proyek jembatan bernama Stevanus Leander seorang Belanda yang kebetulan tinggal dekat proyek jembatan ini dan sering disapa dengan nama Opa Vanus. Jembatan Panus punya "lebar yang tanggung" sehingga ketika kendaraan roda empat lewat jembatan ini harus bergantian.

Karena alasan kurang lebar dan usia jembatan Panus yang sudah berumur, maka dibangunlah pada tahun 1990an jembatan baru di sebelah jembatan Panus. Diberi nama sebagai Jembatan Panus Baru. Fungsi utama jembatan Panus dialihkan ke Jembatan baru. Kini, Jembatan Panus statusnya adalah Bangunan Cagar Budaya dan berfungsi sebagai tempat pantau atau monitoring ketinggian air Sungai Ciliwung, hanya kendaraan roda dua dan roda empat tertentu yang boleh lewat

4. Gentong Air Raksasa


Lokasi Gentong Air Raksasa ada di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Tidak ada papan nama dari Gentong ini dan tidak diketahui tahun berapa gentong ini dibangun, namun dari bentuk fisiknya yang tidak terawat diperkirakan gentong ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda dimana di daerah ini dahulu merupakan perkebunan karet. Kemungkinan besar gentong ini dibuat berkaitan dengan perkebunan karet tersebut. Seiring berjalannya waktu, perkebunan karet kini sudah berganti menjadi pemukiman dan perumahan penduduk.

Itulah beberapa bangunan dan benda bersejarah sisa sisa masa kolonial Belanda yang ada di Kota Depok.

#sejarahdepok #kolonial #belanda #belandadepok #landhuisdepok

0 Komentar Untuk "Jejak Kolonial Belanda di Depok"

Posting Komentar